Sabtu, 13 Desember 2008

Barcelona - Real Madrid: World's Biggest Match


ehem, ok. gw baru tw sejarah panjang El Clasico.
here are the facts, just fyi...

Barcelona dan Real Madrid adalah dua klub yang saling membenci, baik dalam tataran sejarah maupun politik. Tapi di era modern, persaingan keduanya lebih berkisar di bidang finansial dan publisitas. Sabtu (13/12) ini, keduanya saling berhadapan di Nou Camp di tengah dominasi Barça di Primera Liga Spanyol.

Perseteruan sudah mulai dihembuskan empat surat kabar khusus olahraga Spanyol, dua di antaranya pendukung Madrid, sedangkan dua lagi mendukung Barcelona.

Kedua tim sudah bersaing secara tradisional sejak rezim Jenderal Franco menguasai Spanyol 1939-1975. Rezim pemerintahan dilambangkan dengan dominasi Los Blancos di kancah liga. Lawatan Barcelona ke ibukota pun menjadi kendaraan politik bagi aliran politik oposan dari Katalunya. Madrid sendiri memandang Azulgrana sebagai gerakan separatis yang menentang gagasan yang mereka usung.

Tim pemenang akan menghujat yang kalah, sedangkan yang kalah mengatakan pertandingan sudah diatur sebelum digelar sehingga mereka tak bisa berbuat banyak.

Salah satu insiden paling terkenal yang melibatkan keduanya adalah saga transfer Alfredo di Stefano pada 1950-an. Saat itu, Barça menuduh Madrid menggunakan pengaruh kekuasaan politiknya untuk membendung bintang Argentina itu tidak dipadukan dengan Ladislao Kubala.

Sebelum ke Spanyol, Di Stefano bermain untuk klub Kolombia Millonarios, tempatnya dipuja-puji fans, sedangkan River Plate masih memegang status kepemilikannya. Saat tur ke Spanyol, Barcelona meliriknya dan menghubungi River. Klub Argentina ini bersedia melepas Di Stefano asalkan Millonairos juga setuju.

Tapi klub Kolombia itu merasa dilangkahi River dan bertekad takkan membiarkan pemain bintangnya hengkang. Kemarahan mereka mencapai puncak ketika Barça membujuk sang pemain untuk meninggalkan klub yang sedang bertandang ke Venezuela. Di Stefano bersumpah takkan mau kembali ke Kolombia.

Sekonyong-konyong Madrid datang memberikan penawaran plus harga transfer wah kepada River dan Millonarios untuk mendapatkan Di Stefano. Bisa ditebak, kedua klub ini setuju melepasnya.

Pertikaian ini harus ditengahi federasi sepakbola Spanyol dengan mengadakan perjanjian yang membagi kepemilikan sang pemain. Madrid boleh memainkan Di Stefano musim 1953-54 dan 1955-56. Sedangkan Barcelona 1954-55 dan 1956-57.

Di Stefano takkan pernah bermain untuk Nou Camp karena begitu perjanjian itu disepakati, presiden Barcelona Marti Carreto mundur dan meninggalkan klub dalam kondisi finansial yang karut-marut. Mereka pun mundur teratur dalam mendapatkan Di Stefano.

Sang pemain sendiri kemudian sukses menyumbang trofi Piala Champions pertama Madrid. Legenda sepakbola lain, Ferenc Puskas, juga bermain untuk Madrid.

Sejak berakhirnya rezim Franco, suhu persaingan mendingin untuk kemudian kembali meningkat berkat seorang Luis Figo. Idola baru Nou Camp itu meminta kenaikan gaji, jika tidak dikabulkan Figo mengancam pindah.

Rumor ramai menyebutkan sebenarnya Figo sudah menyepakati perjanjian prakontrak di depan kandidat presiden Madrid Florentino Perez.

Pada 2000, Barcelona mengabaikan ancaman Figo dan resmilah pemain Portugal itu berlabuh ke Santiago Bernabeu.

Pers Katalan berhasil memanas-manasi atmosfir pertandingan dan meneguhkan niat suporter untuk memberikan sambutan istimewa kepada bekas idola mereka.

Benda-benda dilempar begitu Figo mendekati pinggir lapangan, disertai cemoohan dan hujatan yang memenuhi seisi stadion. Barcelona menang 2-0.

Selain rivalitas di atas lapangan, kebencian keduanya yang berlatar belakang sejarah yang panjang itu diperlukan untuk mempertahankan pendapatan klub, baik secara publikasi maupun ekonomi.

Minat seputar el clasico selalu diimbangi dengan pendapatan dan publikasi yang luar biasa. Pertemuan keduanya selalu disaksikan jutaan pasang mata penonton -- tak hanya di Spanyol, tapi juga seisi dunia. Semua ini berkat publikasi dan "pernyataan perang" kedua klub yang kerap dilontarkan sebelum duel.



ugh, it's even harder than before...

Love, A...

0 komentar:

Posting Komentar